gemuruh di langit cerah
mengugut ia kepada hujan
bergetar pasak seakan tiada bertulang lagi...
melonglai layu menjadi kaku
dan retak...
jatuh tersandar pada dinding kusam kelabu debu
mahu ditetak hujung kepala
agar bisa terkeluar merah indah darah
air mata tak usah lewat kelopak keluarnya...
biar lewat kepala... lihat..
tangis kepala berdarah...
lalu dicopot tanggal pita pita otak...
hitam... gelap... seperti masa depan...
tercopot juga mata...
hitam... gelap... seperti harapan...
dikapak dada... ditusuk rangka...
wahhh... hatinya hitam... gelap... seperti tertawa...
lalu ususnya... hitam... gelap... seperti pengorbanan...
ditarik jiwa... tak bisa hitam... tak bisa gelap...
nurani punya mentol... ilham punya turbin penjana kuasa
sampai menyala terang satu jasad...
niat juga punya mentol... berkelip kelip seperti malam merdeka...
masih sahaja hitam... masih sahaja gelap... katanya...
lalu punah pecah hancur... berguling bertenggek bernista...
sembunyi di balik mentari barangkali...
pasti tidak kelihatan kerna silaunya.... pasti...
loncat tinggi tinggi... cepat sampainya...
8 Nov.
12 hours ago
0 comments:
Post a Comment